Hal ini disampaikan oleh Suswono saat membuka acara Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2014 di Gedung F Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (7/1/2013). Acara ini juga dihadiri oleh para kepala dinas pertanian se-Indonesia.
"Cadangan pangan dunia pada 2014, khususnya beras, jagung, kedelai dan gandum diprediksi akan mengalami kenaikan, berkisar antara 1,4% untuk gandum, 10,1% untuk beras. Dimana kenaikan cadangan pangan tersebut, membuat cadangan pangan dunia 2014 relatif aman," katanya.
Ia mengatakan secara keseluruhan cadangan pangan dunia berkisar antara 15,8% sampai 25,4% dari total produksi pangan dunia, yang berpotensi menekan harga pangan impor yang masuk ke Indonesia.
Bahkan berbagai gambaran prospek ekonomi dan produksi pertanian 2014 mengindikasikan produksi pangan 2014 akan sangat kompetitif. Kondisi ini juga memberikan peluang pertanian Indonesia.
"Bagi Indonesia kondisi global 2014 menuntut upaya peningkatan daya saing efisiensi, dan produktivitas pertanian, khususnya menghadapi kompetisi bahan pangan yang dari impor. Tekanan impor pangan akan menjadi ancaman produksi petani," katanya.
Kondisi ini juga dibarengi dengan keadaan ekonomi global akan membaik, dengan pertumbuhan PDB dunia yang meningkat 2,1%, tahun 2013 menjadi 2,8% di 2014
"Pertumbuhan PDB yang membaik diperkirakan terjadi di negara-negara mitra dagang utama Indonesia seperti AS, Uni Eropa, China dan India, kecuali Jepang diperkiraan masih mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi," katanya.
(hen/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!