Pada April 2014, impor hasil minyak tercatat senilai US$ 2,35 miliar atau turun tipis 0,5% dibanding bulan sebelumnya. Komponen terbesar dari hasil minyak adalah BBM jenis premium. Kemudian sisanya adalah bahan bakar diesel dan bahan bakar pesawat (avtur).
Secara akumulasi Januari-April 2014, impor hasil minyak sudah mencapai US$ 9,1 miliar. Demikian data Badan Pusat Statistik (BPS) seperti dikutip detikFinance, Selasa (3/6/2014).
Selain itu, Indonesia juga mengimpor minyak mentah yang pada April nilainya US$ 1,1 miliar. Sepanjang Januari-April tahun ini, impor minyak mentah alias crude adalah US$ 4,5 miliar.
Namun, Indonesia juga masih bisa mengekspor hasil minyak meski nilainya tak sebesar yang diimpor. Pada April, ekspor hasil minyak tercatat US$ 403 juta, naik 18,31% dibandingkan bulan Maret.
Sedangkan untuk minyak mentah, nilai ekspornya adalah US$ 639,8 juta, naik 26,71% dibandingkan bulan sebelumnya.
(mkl/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!