"BUMN akan merajalela ke luar negeri, tidak kayak dulu lagi. Perusahaan asing ke Indonesia tapi sekarang BUMN Indonesia ke luar negeri," kata Dahlan di Jakarta, Senin (23/62014).
Dahlan menceritakan juga terkait hasil kunjungannya ke Amerika Serikat hingga Aljazair. Di negeri paman sam tersebut, PT Industri Nuklir Indonesia (Inuki) dan anak usaha PT Dirgantara Indonesia (PTDI) (IPTN) menggandeng perusahaan asal Amerika, Shine Medical untuk mengembangkan dan memproduksi produk nuklir. Produk nuklir tersebut diproduksi untuk keperluan kesehatan.
"BUMN Indonesia kerjasama dengan perusahaan Amerika, memproduksi nitron (nuklir kesehatan)," jelasnya.
Sedangkan di Aljazair ia meninjau 2 aktivitas perusahaan pelat merah. Pertama Dahlan meninjau hasil karya BUMN karya yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Wijaya Karya dipercaya menjadi kontraktor untuk pembangunan jalan tol. Mantan bos PLN ini juga menyempatkan diri melihat lapangan minyak milik PT Pertamina (Persero).
"Di Aljazair, BUMN dipercaya membangun jalan tol sepanjang 500 km dengan kecepatan 180 km per jam. Di Aljazair, saya juga meninjau perusahaan Pertamina yang mampu membeli perusahaan minyak di Aljazair," paparnya.
Di lingkup Asia Tenggara, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sukses mengakuisisi perusahaan semen asal Vietnam. Begitu juga ekspansi PT Pupuk Indonesia Holding Company ke negara tetangga Timor Lester.
"Punya pabrik semen di Vietman. Pupuk Indonesia ke Timor Leste," sebutnya.
(feb/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!