Seperti diungkapkan pengamat energi, Kurtubi yang mengatakan siapapun yang berkuasa nantinya (presiden terpilih) harus bisa melawan mafia minyak, selain memprioritaskan pembangunan kilang, juga menghentikan PT Pertamina (Persero) impor minyak dari trader atau broker.
"Hari pertama berkuasa, keluarkan surat perintah melarang Pertamina untuk impor BBM atau minyak mentah dari trader, harus dari produsen langsung yakni melalui NOC (national oil company)," ucap Kurtubi kepada detikFinance, Minggu (22/6/2014)
Kurtubi menilai, selama ini Pertamina yang merupakan badan usaha yang paling banyak impor BBM dan minyak mentah sering impor melalui trader minyak.
"Siapa bilang dia (Pertamina) impor langsung dari produsen atau NOC, seperti Thailand, dia itu NOC tapi juga trader, NOC Thailand itu beli minyak dan BBM dari negara lain lalu dibeli sama Pertamina, itukan konyol namanya, banyak NOC sejatinya bukan produsen," katanya.
"Jika impor langsung dari produsen tentunya harganya jauh lebih murah. Kalau dari trader negara rugi, trader senang, malah suka Indonesia makin banyak impor, karena mereka mafia minyak," tutupnya.
Pertamina sendiri sebelumnya menegaskan pihaknya sudah tidak lagi impor melalui broker. VP Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir menegaskan tidak ada lagi peran trader minyak apalagi broker dalam proses pengadaan BBM dan minyak mentah oleh PT Pertamina.Next
(rrd/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!