Laporan dari Mandiri Institute menyebutkan, hanya 36,2% masyarakat Indonesia yang memiliki penetrasi ke pasar keuangan, sama dengan Filipina. Namun bila dibandingkan dengan Malaysia (122,2%) dan Thailand (103,4%) serta Singapura (157,94%), aksesibilitas ini masih kalah jauh.
"Kalau Malaysia Thailand itu sudah di atas 100%. Masih jauh tertingggalnya untuk akses keuangan," ungkap Dewan Penasihat Mandiri Institute Darmin Nasution di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (12/5/2014).
Darmin mengakui hambatannya terletak pada letak geografis Indonesia yang sangat luas. Tentunya jika menggunakan cara yang konvensional dengan pembangunan kantor cabang, akan sulit.
Namun, Financial Inclusion (FI) harus tetap terealisasi. Menurutnya sektor perbankan harus didorong untuk dapat langsung menyentuh masyarakat. Terutama berada di pedesaaan yang selama ini sulit dijangkau.
"Makanya menjadi penting untuk dilakukan financial inclusion," tegasnya
Cara yang paling terlihat jelas adalah dengan pemanfaatan alat telekomunikasi seperti ponsel. Darmin menyebutkan jumlah ponsel yang beredar sudah melebih jumlah penduduk Indonesia.Next
(mkl/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!