Bank Dunia Minta RI Hapus Subsidi BBM dan Batasi Kenaikan Gaji PNS

Jakarta -Bank Dunia mempunyai 3 saran agar APBN Indonesia sehat dan mempunyai ruang fiskal yang baik. Salah satunya menghapuskan BBM subsidi secara bertahap hingga 2019.

"Ada 3 pilihan paling utama yang dapat meningkatkan ruang fiskal yang tersedia secara signifikan," ujar Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (23/6/2014).


Rodrigo mengatakan, dari sisi penerimaan, Indonesia dapat memulai upaya meningkatkan penerimaan pajak dengan meningkatkan kepatuhan dan administrasi pajak, serta meningkatkan tarif cukai tembakau.


"Peningkatan cukai tembakau akan memberikan manfaat juga bagi kesehatan masyarakat Indonesia," ucapnya.


Rodrigo menyarankan cukai tembakau dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 70% sampai 2019. Ini akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara sebesar 0,5% dari PDB (pendapatan domestik bruto) nantinya pada 2019.


Langkah kedua dari saran Bank Dunia yakni mengefisienkan belanja negara dari kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS).


"Pertumbuhan rata-rata belanja PNS pusat dan daerah dapat disesuaikan agar tumbuh sejalan dengan inflasi, bukan pada 5-8% di atas inflasi seperti pada beberapa tahun terakhir," ujarnya.Next


(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!