Rugi 3 Triliun, Perusahaan Sawit Bakrie Ini Tak Bagi Dividen

Jakarta -PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) baru saja selesai menggelar Rapat Umum pemegang saham tahunan (RUPST). Dalam laporan keuangan yang disepakati pemegang saham, perseroan mencatat rugi Rp 3,04 triliun. Dengan posisi keuangan tersebut, perusahaan tak bisa bagi dividen.

Direktur Utama UNSP M Iqbal Zainuddin menyebutkan, rugi yang dicatatkan perusahaan ini diakibatkan oleh sejumlah faktor salah satunya adalah rugi kurs.


"Kita mencatatkan rugi Rp 3 triliun lebih. Kerugian ini dikarenakan antara lain adanya rugi kurs, penurunan nilai asset, dan lainnya. Jadi tahun lalu kita memang mencatatkan rugi," ujar Iqbal usai menggelar RUPST tersebut.


Dari laporan keuangan perseroan tahun 2013, kerugaian perseroan terutama ditopang oleh adanya beban usaha meliputi peingkatan beban penjualan sebesar Rp 43,209 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp 334,220 miliar.


Ada pun beban lain dikontribusi oleh selisih kurs (Neto) sebesar Rp 1,1 triliun, rugi penurunan nilai aset sebesar Rp 356,672 miliar, rugi penghapusan proyek pengembangan usaha Rp 188,097 miliar serta sejumlah kerugian lain yang menyebabkan total beban usaha menjadi Rp 3,043 triliun dan Rugi Komprehensif tahun berjalan menjadi Rp 3,047 triliun.


Direktur Invetsor Relation dan Corparate Strategic Planing Andi W. Setianto menyebutkan, dengan posisi keuangan tersebut, perseoan memutuskan untuk tidak membagi dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2013 tersebut.


"Karena rugi, kita jadi gak bagi dividen. Kita sudah sampaikan ke pemegang saham, dan mereka sudah sepakati dan mereka sudah mengerti," tuturnya.Next


(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!