MS Hidayat Sebut Mobnas Bakrie yang Diidamkan Prabowo Tak Layak

Jakarta -Menteri Perindustrian MS Hidayat mengakui pengusaha Aburizal Bakrie sempat mengembangkan mobil nasional merek Indonesia pada tahun 1990-an. Namun proyek yang diberi nama Beta 97 MPV itu tak layak (tak feasible) secara bisnis sehingga tak dilanjutkan.

"Dulu sudah pernah, puluhan tahun lalu. Nggak feasible. Teman-teman saya sebagai pengusaha melihat kalau feasible pasti mereka melakukannya," kata Hidayat usai acara seminar industri di kantor Kemenperin, Senin (23/6/2014).


Mantan Ketua Umum Kadin ini menjelaskan jika pemerintahan yang baru berkuasa sebaiknya proyek mobnas diserahkan ke BUMN dengan skema pemberian modal yang besar. Selain itu, BUMN bisa melakukan kerjasama industri dengan swasta lokal.


Namun mengembangkan mobnas melalui BUMN bukan persoalan mudah. Contohnya beberapa waktu lalu, BUMN PT INKA sudah mengembangkan mobil pick up angkutan perdesaan, namun kini BUMN srategis itu lebih fokus pada bisnisnya yaitu produki kereta.


"Kemarin saya buat uji coba kendaraan pick up yang murah itu di INKA, diberhentikan di tengah jalan. Waktu itu, karena memang kurang prioritas mungkin. Saya mendengar oleh dirutnya dihentikan, karena ada prioritas yang lebih jauh," katanya.


Mobil Beta 97 MPV adalah proyek yang dibuat pada tahun 1994 oleh Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers pada waktu itu. Bakrie ketika itu ingin menjadikan Beta 97 MPV sebagai mobil nasional. Untuk itu, Bakrie pun meminta bantuan rumah desain Shado asal Inggris untuk menciptakan desain awal mobil ini.


Pada bulan April 1995 desain Beta 97 MPV pun telah selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie. Setelah itu, desain tersebut langsung dikembangkan sampai prototipe mobil ini selesai di tahun 1997.Next


(hen/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!