Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Suryo Bambang Sulisto mengungkapkan, Perum Bulog sejatinya mengambil alih tata niaga bawang agar praktek kartel yang ditengarai berada di tengah-tengah kisruh ini, dapat diatasi.
"Pemerintah harus segera melakukan perombakan tata niaga bawang demi kepentingan masyarakat banyak, agar 21 kartel bawang tersebut tidak semakin merajalela di kemudian hari," ungkap Suryo dalam keterangan persnya, Senin (18/3/2013).
"Langkah pertama yang diusulkan Kadin Indonesia adalah Perum Bulog segera mengambil alih tata niaga bawang yang tentunya harus dibarengi juga dengan peningkatan pengawasan terhadap Perum Bulog," lanjutnya.
Kedua, lanjut Suryo, yang perlu dilakukan pemerintah adalah mempermudah kucuran kredit atau pinjaman kepada para petani bawang, agar para petani bawang tidak terjerat oleh tengkulak dan permainan kartel bawang tersebut, juga dapat membangkitkan gairah petani untuk meningkatkan produktifitas.
"Langkah ketiga yang juga penting untuk dilakukan adalah segera mengeluarkan kebijakan impor bawang yang tertata dan disalurkan oleh Perum Bulog, sehingga dapat menetralisir harga di pasaran yang saat ini dikendalikan oleh 21 kartel bawang," papar Suryo.
Dengan demikian, dikatakan Suryo, praktik para kartel yang mengendalikan pasar bawang dapat diredam, yaitu dengan menciptakan keseimbangan di pasar, baik dari segi produksi yaknimelalui kemudahan kredit bagi petani bawang, sisi distribusi yakni melalui pengambilalihan tata niaga bawang oleh Perum Bulog hingga penyeimbangan peredaran bawang di pasaran yakni melalui kebijakan impor untuk membendung permainan 21 kartel bawang.
"Tentunya kebijakan impor ini bukan berarti membuka pintu impor bawang seluas-luasnya sehingga dapat mematikan para petani bawang. Kebijakan impor dilakukan bila diperlukan, seperti dalam situasi sekarang ini, yaitu ketika pasar bawang tengah dikendalikan oleh para kartel yang menahan peredaran bawang. Dengan adanya kebijakan impor yang tertata, tentunya upaya para kartel bawang menghilangkan bawang dari pasaran dapat dicegah dan harga tidak bergejolak," pungkasnya.
(zul/dru)