"Dua hari sekali pasti ada tangkapan narkoba. Banyak sekali, macam-macam ada 0,6 gram, ada yang 3 kg," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono ditemui di kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (29/9/2014).
Ia menyebutkan, modus yang dilakukan penyelundup bermacam-macam. Mereka bergantian datang dari satu bandara ke bandara lain, atau pelabuhan ke pelabuhan lain.
"Ada gantian di setiap bandara. Soekarno-Hatta, Juanda, Ngurah Rai, lalu terminal perbatasan, Batam, pinggiran kayak Entikong, Timor Leste. Seringkali kita berputar dapat itu," katanya.
Dikatakan Agung, jenis narkoba yang dibawa mereka pun bermacam-macam. Namun dari kasus yang tertangkap, yang paling banyak muncul adalah mereka yang berusaha menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu.
"Polanya selalu menghindari pola lama. Dari China ke Thailand, misalnya. Orangnya juga ganti-ganti. Misalnya sekarang orang kulit hitam, besok TKI (tenaga kerja Indonesia) tuturnya.
"Makanya pengawasannya harus luar biasa," katanya.
(zul/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!