Elpiji 12 Kg dan Uang Masuk Kuliah Sumbang Inflasi September

Jakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2014 sebesar 0,27% secara bulanan (month on month). Ini membuat inflasi September 2014 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year) menjadi 4,53%. Sementara laju inflasi Januari-September 2014 (year to date) adalah 3,71%.

Menurut Suryamin, Kepala BPS, inflasi September tahun ini relatif terkendali. "Inflasi September 0,27% ini dibandingkan dengan 6 tahun terakhir, ini yang terendah. Kecuali 2011, yang 0,27% persis," katanya di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/10/2014).


BPS mencatat ada sejumlah pengeluaran yang mendorong inflasi bulan lalu. Berikut beberapa di antaranya:



  • Cabe merah. Kenaikan harga 26,7%. Disebabkan pasokan yang tidak cukup.

  • Bahan bakar rumah tangga. Kenaikan harga 5,4%. Disebabkan kenaikan harga elpiji 12 kg.

  • Tarif listrik. Kenaikan harga 1,71%. Disebabkan kenaika tarif listrik.

  • Beras. Kenaikan harga 0,38%. Disebabkan mulai masuk masa paceklik.

  • Pendidikan, terutama uang kuliah perguruan tinggi. Kenaikan harga 1,65%. Disebabkan tahun ajaran baru untuk perguruan tinggi.


Sementara sejumlah pengeluaran yang mengalami penurunan harga dan menghambat inflasi antara lain:

  • Bawang merah. Penurunan harga 13,47%. Disebabkan hasil panen yang memadai.

  • Ikan segar. Penurunan harga 0,86%. Disebabkan pasokan melimpah.

  • Tarif angkutan udara. Penurunan harga 3,14%. Disebabkan permintaan menurun karena sudah melewati masa liburan.

  • Emas perhiasan. Penurunan harga 1,47%. Disebabkan harga internasional yang turun.


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!