Hal tersebut dikemukakan Luhut Binsar Panjaitan, Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, dalam acara peluncuran buku Outlook Energi Indonesia 2014 di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Menurut Luhut, dana hasil penghematan dari kenaikan harga BBM bersubsidi akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi minimal 7% yang dicanangkan Jokowi bisa tercapai.
"Penghematannya sebagian besar untuk infrastruktur. Dengan uang sebanyak itu, pertumbuhan ekonomi di tahun pertama Jokowi-JK sebesar 7,5% mudah dicapai," tegasnya.
Saat ini, lanjut Luhut, dana untuk infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) relatif minim. Sementara subsidi BBM terus meningkat.
"Kita lihat anggaran subsdi BBM dalam 5 tahun terakhir ini naik rata-rata 30%. Sementara anggaran infrastruktur flat (stagnan) dalam 5 tahun terakhir," tuturnya.
(hds/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!